Video Pembelajaran Matematika Kelas 3 SD bab 7 Bangun Datar

Video Pembelajaran Matematika Kelas 3 SD bab 7 Bangun Datar

Video Pembelajaran Matematika Kelas 3 Bab 7 Bangun Datar

Materi Matematika Kelas 3 SD bab 7 Bangun Datar

Bab 7 Bangun Datar

  1. Macam-macam segitiga adalah:
    Macam-macam segitiga
  2. Ciri-ciri segitiga sama sisi, yaitu:
    • ketiga sisinya sama panjang
    • ketiga sudutnya sama besar
  3. Ciri-ciri segitiga siku-siku, adalah: salah satu sudutnya siku-siku
  4. Ciri-ciri segitiga sama kaki, yaitu:
    • 2 buah sisi (kakinya) sama panjang
    • mempunyai 2 buah sudut yang sama besar
  5. Ciri-ciri persegi, yaitu:
    • mempunyai 4 sisi yang sama panjang
    • mempunyai 4 sudut yang sama besar
    • kedua diagonal sama panjang
  6. Garis diagonal adalah garis yang menghubungkan dua titik yang berhadapan dalam suatu bangun
  7. Ciri-ciri persegi panjang, yaitu:
    • mempunyai 2 pasang sisi yang sama panjang dan sejajar
    • keempat sudutnya sama besar
    • kedua diagonalnya sama panjang
  8. Sudut adalah daerah yang dibentuk oleh dua garis yang saling berpotongan. Lambang sudut adalah ∠
  9. Untuk mengukur sudut digunakan busur derajat
  10. Jenis-jenis sudut, yaitu:
    1. Sudut siku-siku, besar sudutnya 900
    2. Sudut lancip, besar sudutnya kurang dari 900
    3. Sudut tumpul, besar sudutnya lebih dari 900
    4. Sudut lurus, besar sudutnya 1800
  11. Besar sudut putar, misalnya:
    Sudut \frac{1}{4}putaran = 90°, sudut \frac{1}{2} = sudut lurus besarnya = 180°, 1 putaran = 360°

VIDEO PEMBELAJARAN IPS KELAS 4 BAB 5 PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT

VIDEO PEMBELAJARAN IPS KELAS 4 BAB 5 PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT

MATERI IPS KELAS 4 BAB 5 PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT

Standar Kompetensi
Kemampuan memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.
Kompetensi Dasar :
Siswa mampu menghargai berbagai peninggalan sejarah di lingkungan setempat (kabupaten/kota, provinsi) dan menjaga kelestariannya.
Materi
Peninggalan Sejarah Di Lingkungan Setempat

PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT
A. Peninggalan Sejarah
Sejarah adalah cerita tentang kehidupan yang benar-benar terjadi di masa lalu. Sedangkan peninggalan sejarah artinya warisan masa lampau yang mempuanyai nilai sejarah. Ada bermacam-macam bentuk peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah bisa berupa fosil, peralatan dari masa lampau, prasati, patung, bangunan, naskah, dan cerita atau hikayat.
Fosil, yaitu sisa-sisa tulang belulang manusia dan hewan atau tumbuhan yang membatu. Tulang belulang dan sisa-sisa tumbuhan itu berasal dari masa purba. Mereka tertanam di lapisan tanah. Umumnya fosil-fosil ini sudah berumur jutaan tahun. Dari fosil-fosil itu kita bisa mengetahui kehidupan pada zaman purba. Contoh: Fosil tengkorak manusia purba di Sangiran Jawa Tengah yang ditemukan oleh E. Dubois.
Peralatan dari zaman dulu. Ada banyak peninggalan berupa peralatan yang dipakai pada zaman dulu. Peralatan ini digunakan untuk berburu, menangkap ikan, dan bertani.Ada yang terbuat dari logam, tulang dan batu.
Prasasti, yaitu tulisan-tulisan dari masa lampau, Tulisan ini ditulis pada batu emas, perunggu, tembaga, tanah liat atau tanduk binatang.Prasasti ini biasanya berisi cerita tentang suatu kerajaan. Contohnya: Prasasti Yupa, Prasasti Kedukan Bukit.
Patung (Arca). Kebanyakan patung atau arca ini berasal dari kerajaan Hindu dan Budha. Bentuk Patung itu bermacam-macam. Ada patung dewa-dewa, ada patung Budha, ada patung yang berupa binatang dan lain-lain. Patung-patung itu terbuat dari batu, perunggu, atau bahkan emas.
Bangunan. Bangunan yang bernilai sejarah antara lain.
Candi, adalah bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu. Candi didirikan sebagai tempat untuk melaksanakan upacara keagamaan. Contohnya: Candi Borobudur, Candi Prambanan.
Gedung, adalah suatu bangunan rumah. Banyak gedung yang mempunyai nilai sejarah. Contonya: Gedung Stovia, Gedung Soempah Pemuda.
Tempat ibadat, Contoh tempat ibadat yang mempunyai nilai sejarah adalah Masjid Demak Jawa Tengah,.Gereja Katedral Jakarta.
Benteng, yaitu bangunan yang dipergunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Benteng-benteng yang ada di Indonesia umumnya peninggalan Belanda, Portugis, dan Spanyol. Contoh: Benteng Vredeburg di Yogyakarta, Benteng Duurstede di Maluku.
Istana. Di Indonesia banyak istana yang bernilai seejarah, misalnya Keraton Yogyakarta, Istana Negara, Istana Bogor.
Tugu/monument., adalah suatu bentuk bangunan yang didirikan untuk memperingati suatu peristiwa. Peristiwa itu dianggap penting atau bersejarah. Misalnya: Monumen Yogja Kembali, Monas.
Makam yang mempunyai nilai sejarah adalah tempat dikuburkannya tokoh-tokoh penting dalam sejarah.Misalnya: makam Diponegoro di Manado, Makam Bung Karno di Blitar.
6. Naskah/tulisan kuno. Contoh peninggalan sejarah berbentuk naskah/tulisan adalah kitab dan dokumen-dokumen penting.Misalnya: Naskah Supersemar, naskah Proklamasi, Kitab Mahabarata.

B. Mengenal Sejarah Terjadinya Suatu Tempat dan Daerah
Cerita tentang terjadinya suatu tempat atau daerah ada yang bersifat nyata. Maksudnya kejadian yang diceritakan memang terjadi. Namun ada juga yang berupa dongeng, yang tidak nyata. Maksudnya terjadinyanya suatu tempat atau daerah tidak seperti yang diceritakan. Ada beberapa cerita rakyat. Misalnya: legenda, mitos, dongeng, fable, dan sage. Bentuk-bentuk cerita ini mengisahkan terjadinya suatu tempat secara tidak nyata. Legenda tidak diaggap suci karena tidak ada tokoh dewa. Bentuk-bentuk cerita rakyat dan sejarah terjadinya suatu daerah yaitu.
Legenda, yaitu cerita terjadinya suatu tempat. Banyak masyarakat yang percaya cerita itu benar-benar terjadi. Contoh legenda antara lain: a. Cerita terjadinya Gunung Tangkupan Perahu di Jawa Barat. b. Cerita asal-usul nama Banyuwangi di Jawa Tengah. c. Cerita terjadinya Rawa Pening di Jawa Tengah.
Mitos, yaitu cerita yang dipercaya benar-benar terjadi, dianggap suci, dan memiliki tokoh, dewa. Contohnya: asal usul Prambanan, asal usul Selat Bali.
Dongeng, adalah cerita yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Biasanya berupa cerita tentang keajaiban atau kesaktian. Misalnya dongeng Joko Tarub, Timun Emas, Bawang Merah dan Bawang Putih.
Fabel. Fabel termasuk cerita rakyat yang berisi pendidikan moral. Biasanya bercerita tentang kehidupan hewan atau binatang. Dalam fable hewan bisa berbicara seperti manusia.
Sage, adalah cerita rakyat tentang tokoh kepahlawanan. Cerita seperti ini banyak beredar di masyarakat tetapi sumbernya sulit ditemukan. Biasanya merupakan sumber lisan.
C. Menghargai Peninggalan Sejarah
Beberapa bentuk penghargaan terhadap benda-benda peninggalan sejarah, antar lain.
Merawat dan menjaga benda-benda peninggalan sejarah. Ini merupakan tugas kita semua. Tetapi penanggung jawab utamanya adalah Negara. Cara merawat dan menjaga antara lain sebagai berikut: a. Menjaga keutuhan benda-benda peninggalan sejarah. b. Tidak mencoret-coret dan membuat kotor benda-benda peninggalan sejarah. c. Tidak mengambil dan memperjualbelikan benda-benda peninggalan sejarah sebagai barang antic. d. Melakukan pemugaran dengan tidak meninggalkan bentuk aslinya.
Mengunjungi tempat-tempat peninggalaln sejarah seperti candi, makam pahlawan, monumen dan lain-lain.
Menggunakan benda-benda peninggalan sejarah secara benar.
D. Manfaat menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah
Beberapa manfaat yang didapat dari menjaga kelestarian peninggalan sejarah antara lain yaitu:
memperkaya khasanah kebudayaan bangsa Indonesia,
menambah pendapatan Negara karena digunakan sebagai obyek wisata,
menyelamatkan keberadaan benda peninggalan sejarah, sehingga dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang, serta
membantu dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan untuk obyek penelitian.

Tugas 2 Resume Smart Technology

RESUME SMART TECHNOLOGY IN A TECHNOLOGY
CLASSROOM :   INTEGRATION INVESTIGATION OF
SMART BOARD & SMART NOTEBOOK INTO A 712
TECHNOLOGY EDUCATION CLASSROOM  

Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Statistik Pendidikan dan Komputer
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Budi Murtiyasa

  

 Disusun oleh:
Nama : Apri Dwi Prasetyo
Nim    : Q100160110
Kelas : 1 C

SEKOLAH PASCA SARJANA
MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016

 

A. Latar Belakang

     Persentasi atau proses belajar mengajar merupakan hal yang sangat lazim dan sering ditemui saat di sekolah. Guru atau orang yang mempersentasikan suatu materi tidak akan leluasa dalam menyampaikan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Sebuah gambar akan sulit dipahami oleh pendengar bila diungkapkan dalam bahasa lisan. Oleh karena itu penggunaan papan tulis sangat dibutuhkan. Penggunaan papan tulis pada bidang edukasi merupakan salah satu hal yang penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif antara pengajar dengan pelajar. Berbagai inovasi dan teknologi digunakan untuk membuat papan tulis terbaik demi mendukung proses pembelajaran yang efektif.

     Smart board merupakan suatu teknologi yang diadaptasi dari papan tulis yang bebas dari kapur dan spidol, penggabungan dari teknologi remote wii dan proyektor. Dengan adanya teknologi ini pelajar atau orang yang menerima materi tidak perlu menulis ulang materi yang ditulis di papan tulis, karena smart board dapat merekam proses pembelajaran. Selain itu pengajar atau orang yang memberikan materi tidak perlu menulis ulang materi, cukup membawa laptop untuk menampilkan materinya di smart board. Menurut suite101.com (2012), SmartBoard adalah alat yang ketika digunakan dengan komputer dan ditampilkan pada suatu permukaan, dapat membuat permukaan yang ditampilkan menjadi sebuah media yang touch sensitive dan memungkinkan pengguna untuk mengontrol komputer secara langsung.

     Berdasarkan sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh IEEE Pervasive Computing (2008), Lee (2008 :39) menyebutkan bahwa teknologi Smart board dapat dibuat dengan memanfaatkan device WiiMote yang merupakan alat game console Nintendo Wii. Pada umumnya, pemain memegang WiiMote pada satu tangan dan mengarahkannya ke sebuah televisi yang memiliki sensor bar pada bagian atas atau bawah dari televisi. Sensor bar bukan berupa satu sensor, melainkan dua kelompok infrared LED. Dengan menggunakan kedua kelompok infrared LED tersebut, device WiiMote dapat mengetahui posisi koordinat (x, y), besar putaran WiiMote, dan jarak antara WiiMote dengan sensor bar. Hal inilah yang membuat pergerakan WiiMote dapat menggerakan cursor pada Nintendo Wii.

    Dari pembelajaran tingkah laku WiiMote dalam membaca sensor bar, Lee mencoba untuk menukar cara WiiMote dalam membaca sensor bar. Pada penggunaan WiiMote, umumnya posisi infrared LED (sensor bar) statis (tidak bergerak), sedangkan WiiMote yang bergerak secara dinamis. Dalam percobaan Lee, posisi WiiMote dibuat statis, sedangkan infrared LED dibuat bergerak secara dinamis. Hasilnya pergerakan infrared LED dapat membuat cursor bergerak juga. Untuk mempermudah penggunaan, infrared LED dijadikan sebagai bagian dari spidol. Dengan menggunakan spidol infrared LED dan sebuah WiiMote, teknologi Smart board sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

     Konsep dasar dari aplikasi Smart board adalah membuat sebuah Interactive Whiteboard, yaitu memindahkan fungsi PC/laptop ke board atau layar. Apabila pada komputer/laptop terdapat display and mouse, maka dengan teknologi smart board dapat membuat semua fungsi tersebut menjadi satu kesatuan sekaligus. Dalam hal ini, dimana sebuah stylus khusus, atau jari user akan menjadi mouse dan permukaan display akan menjadi monitor, sehingga semua input user yang terjadi pada permukaan display, akan menjadi input pula pada komputer/laptop, sehingga seolah-olah sedang menggunakan mouse pada komputer/laptop.

    Selain kemampuannya untuk menjadi Interactive Whiteboard, “SmartBoard” juga memiliki kemampuan untuk recording (merekam), dimana semua aktivitas yang sedang aktif pada layar komputer/laptop dapat disimpan ke dalam sebuah video/gambar, sehingga user dapat me-review kembali presentasi atau pengajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan SmartBoard. Pada perkembangannya, terdapat dua jenis SmartBoard, yaitu yang pertama masih menggunakan sensor dan stylus, contohnya eBeam Edge dan Interactive Xi Bar, sedangkan yang kedua adalah SmartBoard yang sudah menggunakan teknologi native touch screen, contohnya SMARTBoard 680 dan ActivBoard 378.

B. Tujuan isi jurnal

    Tujuan proyek itu tidak membuktikan atau menguji teori tertentu, atau untuk mengevaluasi teknologi, namun teknologi dan beberapa teori pembelajaran dapat lebih menjelaskan dengan mempelajari dua secara bersamaan. Salah satu alasan utama untuk menggunakan Smart teknologi di dalam kelas adalah bahwa hal itu dikatakan untuk meningkatkan motivasi siswa, yang mengarah ke belajar siswa yang lebih baik. Itulah alasan saya mengambil minat dalam proyek ini. Sementara merancang proyek saya terus beberapa teori dalam pikiran.

      Curiosity Teori Arnone ini , Model menggambarkan bagaimana pribadi, situasional, dan kontekstual faktor yang mempengaruhi rasa ingin tahu pelajar. model lanjut menunjukkan bagaimana rasa ingin tahu berkembang menjadi minat siswa, yang mengarah ke peningkatan keterlibatan pelajar. Tiga jenis keterlibatan dipecah antara lain pada kompetensi kognitif, afektif, dan partisipatif atau psikomotor. Keterlibatan adalah kunci penting yang dapat menyebabkan pelajar ke level yang lebih pembelajaran sebagai dinyatakan dalam model Blooms Taksonomi.

    Teori Motivasi Malone, mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi motivasi antara lain: (1) tantangan, (2) rasa ingin tahu, (3) kontrol, dan (4) fantasi. Teori ARCS Motivasi Keller menyarankan empat desain. Kriteria untuk meningkatkan motivasi: perhatian, relevansi, percaya diri, percaya diri, dan kepuasan (Alessi, 2001). Merancang presentasi pelajaran cerdas dengan teori-teori ini di pikiran bisa membuktikan baik teori atau keberhasilan teknologi.

   Teori Ertan untuk Multiple Intelligences menjelaskan bagaimana peserta didik belajar dengan berbagai cara (audio, visual, tekstur, dan kinestetik) pada berbagai kecepatan. Smart teknologi tampaknya sangat universal dan dinamis, menyediakan metode guru untuk mengatasi beberapa pembelajaran gaya dan kemampuan gabungan di kelas yang sama. Pelajaran dikembangkan dengan R2D2 (Reading/Listening; Reflecting/Writing; Displaying; and Doing) Model Pembelajaran dalam pikiran sebagai metode presentasi. Itu Pendekatan umum oleh instruktur adalah untuk menyajikan informasi kepada peserta didik dan memungkinkan peserta didik untuk membacanya sendiri. Ini adalah alasan untuk mengembangkan presentasi menggunakan Smart Notebook. Selanjutnya, peserta didik berpartisipasi secara reflektif. Dewan pintar atau pengembang memungkinkan langkah ini harus dilakukan saat yang sama seperti yang pertama dengan membiarkan peserta didik untuk menulis di papan tulis. Penyelesaian review latihan (jawaban ini permainan yang tepat) adalah salah satu metode untuk latihan partisipasi. Evaluasi akhir menampilkan apakah ya atau tidak peserta didik telah belajar konten atau butuh pengajaran lebih lanjut.

Tujuan dan Manfaat (Goal and Benefit)

Berikut ini adalah tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan adanya proyek ini dan memecahkan permasalahan yang ada:

  1. Menggantikan fungsi kapur dan spidol dalam proses belajar mengajar.
  2. Membuat papan tulis yang permukaannya terbuat dari doff (biasanya digunakan sebagai layar tembak proyektor) dapat ditulis secara digital.
  3. Merekam proses pengajaran yang telah dibawakan oleh pengajar kepada para peserta didik.
  4. Menyimpan catatan dan gambar yang sudah ditulis oleh pengajar secara digital.C. Pembahasan
  1. Penjelasan mengenai smart board

    Kelas pintar ialah kelas yang memiliki teknologi terbaru dalam proses pembelajarannya. Yang didalam prosesnya memiliki komputer dengan akses internet, DVD player, VCR, kamera dokumen, dan proyektor (Wong, 2008). Papan Tulis Pintar atau Smart board merupakan sebuah analogi daripapan tulis yang dapat disentuh dan lebih interaktif dalam penggunaanya. Sebenernya media lain dari smart board tidak hanya pada sebuah papan, tetapi bidang datar lain berwarna putih atau berwarna lain yang dapat menampilkan output gambar dengan jelas dari proyektor. Dalam penggunaanya papan maupun tangan pengguna tidak akan kotor dari bekas tinta karena tinta pada papan tulis yang sudah beredar digantikan dengan pena inframerah dengan menggunakan baterai sesuai dengan voltase yang dibutuhkan. Selain itu daya listrik mutlak dibutuhkan pada penggunaan smart board karena menggunakan peralatan elektronik lain seperti laptop dan proyektor.

    Jadi smart board adalah sebuah papan tulis elektronik dengan tekhnologi baru yang canggih dalam presentasi, touch screen, wieless, flexible yang terhubung dengan komputer & LCD projector, dan di dukung dengan software profesional. Presentasi dalam penyampaikan suatu materi menjadi lebih mudah bahkan dapat langsung di jalankan (open, edit, delete and save) tanpa menyentuh PC/laptop. Smart board adalah media presentasi dan media informasi yang berasal dari Canada. Perangkat ini cocok digunakan di ruang meeting kantor sebagai perangkat penunjang presentai dan meeting atau ruang kelas untuk menunjang kegiatan proses pembelajaran.

    Pada dasarnya fungsi utama dari smartboard ini adalah memindahkan fungsi PC/laptop kepada board atau LCD. Samrtboard ini mempunyai virtual keyboard yaitu mouse sebagai jari kita (touchscreen) dan juga board/LCD pada smart board sebagai monitor.

Adapun fitur dari smart board adalah :

  1. Bisa merekam selama presentasi baik suara presentasi, data atau materi presentasi.
  2. Karena smartboard ini mempunya konektifitas terhadap komputer/USB maka dapat disambung ke komputer/laptop dan dapat di simpan juga.
  3. Fitur lain dari smart board ini juga bisa mengubah tulisan-tulisan tangan menjadi tulisan teks.
  4. Mengubah tulisan tangan menjadi gambar
  5. Fitur dan Manfaat

    Dengan fitur-fitur yang dimiliki pada produk ini, banyak manfaat yang bisa diambil, baik untuk pendidikan. Manfaat untuk pendidikan:

  1. Dengan fitur “Record” bisa digunakan pengajar untuk meng-efisiensikan waktu yaitu dengan cukup satu kali mengajar kemudian hasil rekamannya bisa diberikan kepada siswa-siswa yang bersangkutan.
  2. Dengan “Notebook softwaresmartboard ini bisa digunakan sebagai white board biasa dengan ditambah pen/digital ink dan digital eraser yang membuat proses mengajar lebih mudah.
  3. Dengan “Notebook softwaresmartboard ini bisa menyimpan atau membawa materi yang sudah dipersiapkan sendiri dan di simpan, sehingga untuk proses pembelajaran selanjutnya tidak perlu membawa bahan materi sendiri.
  4. Dengan “Galeri Pendidikan” bisa digunakan sebagai materi pendidikan secara interaktif dan multimedia.
  5. Apabila terkoneksi dengan jaringan, kepala sekolah bisa mengawasi proses belajar mengajar yang dilakukan oleh pengajar di ruangan yang berbeda.
  6. Serta masih banyak fitur-fitur yang dapat membuat proses mengajar menjadi lebih menarik dan tentunya lebih interaktif.
  1. Cara Kerja Papan Tulis Pintar

     Papan tulis interaktif bekerja layaknya PC atau laptop. Papan tulis dihubungkan pada proyektor. Sebuah proyektor digunakan untuk menampilkan video output komputer ke papan tulis, yang kemudian bertindak sebagai layar sentuh besar. Cara mengoperasikan alat ini dibantu dengan menggunakan pena inframerah. Pena inframerah tersebut layaknya seperti mouse pada laptop, dan LCD pada papan tulis sebagai layar monitor. Wiimote digunakan untuk mengetahui posisi dari pena inframerah dengan koordinat (x, y).

     Pada saat pena inframerah dinyalakan, wiimote dapat menangkap sinar inframerah dari pena tersebut. Fungsi wiimote pada smart board hanya digunakan untuk menangkap sinar, tidak seperti fungsi aslinya yang digunakan untuk controller dalam console nintendo wii. Proses kalibrasi pada saat akan digunakan sangat penting untuk ketepatan dalam penulisan. Kalibrasi diatur dari professional software yang terpasang pada laptop, fungsinya agar wiimote dapat mengukur dengan tepat luas dari media tulis.  Wiimote harus dipasang pada tempat yang ideal dimana sensor dari wiimote tidak terhalang oleh tubuh manusia.

D. Kesimpulan

     Berdasarkan pada hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebabgai berikut: Smart board merupakan media pemebelajaran baru yang lebih interaktif, dan sangat baik bila diterapkan pada bidang pendidikan dan perkantoran, jadi pembelajaran melalui Smart board merupakan sejenis proses pembelajaran yang baru selaras dengan hasrat kerajaan untuk melahirkan pelajar yang berkompeten dalam bidang ilmu teknologi/ICT. Smart board dapat menarik minat peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan dapat meningkatkan motivasi peserta didik secara secara aktif kerana papan smart board ini dapat disentuh dan digunakan secara maksimal untuk aplikasi proses belajar mengajar di kelas.

E. Daftar Pustaka

  1. Fu, Jo Shan. 2013. “ICT in Education: A critical Literatur Review and Its Implications”. Jurnal National Institute of Education, Singapore , Vol. 9, Issue 1, pp. 112-125.

Tugas 2 Komentar Smart Technology di Sekolah

KOMENTAR ATAU PENDAPAT SMART TECHNOLOGY

DI SD NEGERI TEMPEL SURAKARTA

 

Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Statistik Pendidikan dan Komputer

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Budi Murtiyasa

 Disusun oleh:

                  Nama : Apri Dwi Prasetyo

  Nim    : Q100160110

 Kelas : 1 C

SEKOLAH PASCA SARJANA

MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2016

 


A. Pembahasan

     Smart school merupakan paket pendidikan komputer yang diperuntukan bagi siswa-siswi yang bertujuan memperkenalkan dan membekali siswa sejak dini dalam pengetahuan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tujuan program pendidikan komputer Smart school dengan dukungan metode, kurikulum, tenaga pengajar yang berpengalaman serta perangkat lunak aplikasi (software) yang interaktif, Smart school diajarkan kepada siswa-siswi mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga kelas enam sekolah dasar dengan tujuan membuat anak menguasai dunianya melalui penguasaan teknologi komunikasi dan informasi dengan media komputer. Mereka akan belajar mengenal perangkat komputer yang digunakan pada umumnya dalam suatu sistem komputer, begitu juga perangkat lunak aplikasi yang mendukungnya sehingga mereka kelak dapat mendayagunakan komputer semaksimal mungkin sesuai kebutuhannya.

B. Sistematikan Kurikulum

    Sistematika kurikulum standar secara umum yang diterapkan untuk Program pendidikan komputer Smart school di sekolah memiliki spesifikasi sbb :

  1. Disusun berdasarkan kelas (Grade) mulai dari SD kelas satu hingga kelas enam.
  2. Berorientasi pada tugas bidang yang mengandung keterampilan tertentu.
  3. Mengarah pada suatu tema tertentu seperti: Matematika, Seni bahasa, Pengetahuan dibidang komputer, Pengetahuan umum.
  4. Penyajian materi dimulai dari suatu aplikasi yang paling sederhana hingga aplikasi yang kompleks.
  5. Disertai dengan daftar perangkat lunak yang boleh digunakan
  6. Diperbaharui setiap periode tertentu, sesuai dengan perkembangan teknologi dibidang komputer khususnya.

 C. Pemanfaatan Jaringan Lokal Sekolah

     Jaringan wilayah local atau Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer di sekolah. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot. LAN memiliki beberapa karakteristik, yaitu mempunyai pesat data yang lebih tinggi, meliputi wilayah geografi yang lebih sempit, dan tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi.

     Saat ini SD Negeri Tempel Surakarta sudah menyediakan free hotspot yang tersedia di beberapa tempat tertentu, seperti laboratorium komputer, kantin, ruang guru, dan ruang multimedia. Jaringan local sekolah bertujuan untuk memudahkan guru ataupun siswa dalam hal bertukar informasi dan data, seperti men-copy software pembelajaran dari guru ke beberapa komputer yang digunakan oleh siswa sebagai media belajar. Namun kebanyakan siswa memanfaatkan LAN hanya untuk mendapatkan Wi-fi sebagai akses internet gratis saja. Padahal, kegunaan LAN sebenarnya lebih dari itu. Dengan LAN, media komunikasi akan menjadi efektif dan efisien dalam bertukar informasi dan data. Sekolah bisa membuat website internal sekolah supaya informasi bisa tersebar layaknya sebuah website di internet, dan itu sangat bermanfaat untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.

D. Inovasi Teknologi Edukasi “Smart School

     Dengan adanya “Smart School”, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang efektif dan efisien, dan tentunya juga menarik. Ini akan menambah rasa ingin tahu dan memotivasi mereka untuk belajar lebih rajin lagi. Dengan memanfaatkan jaringan local sekolah, siswa dapat mengakses website internal yang dibuat sekolah berisikan materi-materi dan soal latihan. Cara ini lebih efisien dibandingkan harus menulis soal di papan tulis terlebih dahulu. Sebelum melaksanakan program ini, guru-guru bidang studi harus terlebih dahulu diberikan penataran untuk mensosialisasikan metode pembelajaran program ini. Metode pembelajarannya cukup mudah. Guru dapat membuat video materi ataupun mendownloadnya dari youtube sebagai bahan pembelajaran. Setelah itu barulah guru akan menjelaskan materi jika ada siswa yang kurang paham dengan materi tersebut. Hal tersebut akan membuat siswa lebih memahami materi karena terdapat dua gaya belajar yang digunakan, yaitu visual dan auditorial.

  1. Dampak positif penerapan Smart School dalam dunia pendidikan:
  • Mengembangkan dan menerapkan sekolah berbasis teknologi yang inovatif
  • Melatih siswa agar bijak dalam menggunakan teknologi dalam hal positif
  • Mengembangkan potensi siswa dan ide-ide kreatif
  • Membuat sebuah perkembangan dalam dunia pendidikan
  • Melatih siswa untuk terus berprestasi dan mendorong rasa ingin tahu

    2. Dampak negatif penerapan Smart School dalam dunia pendidikan:

  • Menyebabkan ketergantungan siswa terhadap teknologi
  • Rawan terjadinya Cyber Bullying
  • Kurang terjadinya proses interaksi antar guru dan siswa
  • Guru menjadi lebih pasif dan kurang memahami karakteristik murid-muridnya
  • Siswa menjadi lebih tertutup kepribadiannya

Tugas 1 Review Jurnal Internasional

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

(TIK)  DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH 

Paper ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Statistik Pendidikan dan Komputer

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Budi Murtiyasa

 

 Disusun oleh:

Apri Dwi Prasetyo              Q100160110

MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2016

A. Abstrak

      Ulasan ini merangkum penelitian yang relevan pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apa yang terjadi di sekolah-sekolah mengenai integrasi dan penggunaan TIK untuk memeriksa persepsi guru tentang bagaimana proses belajar mengajar dapat ditingkatkan melalui penggunaan TIK.

       Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, menunjukkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif baik pada siswa, guru, ataupun pada praktisi pendidikan. Dengan adanya kemajuan di bidang TIK maka pembelajaran dapat berlangsung kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun, sehingga tidak terikat oleh ruang dan waktu. Dengan demikian diharapkan siswa akan lebih tertarik menggunakan TIK sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan prestasinya.

Kata Kunci: TIK, Manfaat TIK, Implikasi TIK, Faktor yang mempengaruhi TIK, sikap guru dan keyakinan pada penggunaan TIK.

B. Pendahuluan

       Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) termasuk komputer, internet, dan sistem pengiriman elektronik seperti radio, televisi, dan proyektor antara lain, dan secara luas digunakan dalam bidang pendidikan. TIK dapat memperluas akses pendidikan. Melalui TIK pembelajaran dapat terjadi setiap saat dan di mana saja. Materi pembelajaran online misalnya, bisa diakses dimana saja asal ada jaringan internet. Beberapa sumber daya yang melimpah di Internet dan pengetahuan dapat diperoleh melalui video klip, suara audio, presentasi visual dan sebagainya. Istilah TIK ini bukan TIK sebagai Mata Pelajaran, melainkan sebagai segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer dalam kegiatan pembelajaran. Dalam konteks ini, TIK sebagai information and communication technology based learning dan multimedia learning.

       Keterampilan dalam menggunakan TIK akan menjadi persyaratan mutlak bagi guru dan siswa, beberapa penelitian dan laporan telah menyoroti peluang dan potensi manfaat TIK untuk meningkatkan kualitas pendidikan. TIK dipandang sebagai “alat utama untuk membangun masyarakat pengetahuan” (UNESCO 2003, 1) dan, khususnya, sebagai mekanisme di sekolah tingkat pendidikan yang bisa menyediakan cara untuk memikirkan kembali dan mendesain ulang sistem pendidikan dan proses, sehingga mengarah pendidikan berkualitas untuk semua.

      Manfaat TIK antara lain dapat membantu siswa dalam mengakses informasi digital secara efisien dan efektif, berpusat pada siswa dukungan dan pembelajaran mandiri, menghasilkan lingkungan belajar yang kreatif, mempromosikan pembelajaran kolaboratif dalam lingkungan pembelajaran jarak jauh, menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, meningkatkan pengajaran dan kualitas pembelajaran.

C. Pembahasan

     Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu (Teknologi Informasi) meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, dan pengelolaan informasi. Sedangkan (Teknologi Komunikasi) mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, penguasaan TIK berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer (Computer literate) dan memahami informasi (Information literate).

Ada tiga pilar yang saling melengkapi guna penerapan TIK di sekolah, antara lain:

  1. Sistem Manajemen Sekolah

Suatu sistem yang mengatur bagaimana perencanaan, operasional, monitoring dan improvement suatu organisasi sekolah.

  1. Strategi Pengembangan TIK di sekolah

Suatu perencanaan TIK jangka panjang terintegrasi untuk seluruh elemen di sekolah mencakup : Pemilihan teknologi (hard ware, software, jaringan, internet provider, programing, data base system dan lain-lain), tahapan implementasi, pelatihan TIK, sosialisasi dan lain-lain.

  1. Pengembangan budaya TIK di sekolah

Sebuah perencanaan yang bertujuan untuk membuat sebuah lingkungan belajar berbasis TIK, menuju budaya implementasi TIK di sekolah yang sehat dan efektif. Pengembangan budaya TIK ini melibatkan seluruh elemen sekolah. Implikasinya terhadap seorang guru adalah sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan Silabus dan RPP berbasis TIK.
  2. Memiliki keterampilan dalam TIK terutama untuk program aplikasi seperti : MS Powerpoint, Blog, Web, internet dan lain-lain.
  3. Mengoleksi bahan ajar dalam bentuk file supaya bisa diakses oleh siswa.
  4. Jadikan TIK sebagai sesuatu yang sangat penting seperti halnya Handphone dalam kehidupan sehingga bisa memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada seperti internet, TV edukasi, CD pembelajaran dan sumber lainnya.

Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran dapat berdampak positif terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Jo Shan Fu (2013), Albert Sangrà dan Mercedes González-Sanmamed (2010), Charles Buabeng (2012), Aduwa-Ogiegbaen, S. E., dan Iyamu, E. O. S. (2005), Rosemary Deaney, Kenneth Ruthven and Sara Hennessy (2013).

  1. Jurnal “ICT in Education: A critical Literatur Review and Its Implications”

     Penelitian dilakukan oleh Jo Shan Fu (2013). Integrasi TIK dalam pendidikan memiliki kelebihan. Guru tidak lagi menggunakan cara-cara tradisional dalam mengajar, tetapi mengharuskannya untuk lebih kreatif dalam beradaptasi dan menyesuaikan materi ajar dengan strategi pembelajaran. Jadi guru perlu meningkatkan kesadarannya akan manfaat dari mengintegrasikan teknologi ke dalam pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan memberikan pengetahuan pedagogis yang berhubungan dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa serta integrasi teknologi strategi. Untuk mencapai tujuan ini, pembangunan yang lebih profesional diperlukan dengan fokus pada peningkatan keterampilan guru sehingga mereka mampu mengatasi kekhawatiran terkait dengan penggunaan teknologi. Selanjutnya, pendekatan pengajaran baru dan dukungan teknis harus ditawarkan oleh sekolah-sekolah untuk memungkinkan mereka untuk memfasilitasi belajar dengan TIK.

  1. Jurnal The role of information and communication technologies in improving teaching and learning processes in primary and secondary schools

     Penelitian dilakukan oleh Albert Sangrà dan Mercedes González-Sanmamed (2010). TIK dapat berkontribusi terhadap inovasi pendidikan berkelanjutan harus diperkenalkan dalam rencana strategis sekolah bahkan lebih dalam rencana mengajar setiap tahun. Kasus yang diteliti di mana ini begitu mencapai hasil yang lebih baik. Guru memiliki peran mendasar dalam menentukan apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya menggunakan TIK. Oleh karena itu sangat penting bagi guru ketika merancang proses mengajar, dalam rangka untuk lebih mengamati dan memahami penggunaan teknologi inovatif. Hal ini harus dipertimbangkan ketika menyusun Rencana Proses Pembelajaran (RPP), pengembangan ini memungkinkan guru dan sekolah untuk mengintegrasikan TIK secara tepat dalam proses belajar mengajar. Aspek-aspek seperti pelatihan yang berkesinambungan sangat berperan dalam peningkatan proses belajar mengajar dengan TIK. Jadi dapat dimpulkan bahwa TIK merupakan faktor kunci untuk inovasi, mengajar dan peningkatan proses pembelajaran dalam merefleksikan dan menganalisa mengapa TIK sangat penting dan ini akan memberikan kontribusi untuk potensinya sebagai elemen inovatif kurikulum dalam pembelajaran.

  1. Jurnal Factors influencing teachers’ adoption and integration of information and communication technology into teaching: A review of the literature

     Penelitian dilakukan oleh Charles Buabeng (2012). Dari penelitian ini diketahui bahwa sikap guru terhadap teknologi mempengaruhi penerimaan mereka terhadap kegunaan teknologi dan integrasi ke dalam mengajar. Guru harus memahami teknologi, konsisten dengan nilai-nilai yang ada, dan mampu bereksperimen untuk melakukan inovasi dalam menerapkan TIK ke dalam pembelajaran, jadi guru dalam mengajar harus memberikan informasi faktor pendukung penggunaan TIK. Faktor kunci dalam studi ini adalah sikap guru terhadap teknologi atau niat untuk menggunakan teknologi dalam kelas mereka. Oleh karena itu guru perlu meyakini bahwa teknologi dapat membuat pengajaran mereka menarik, lebih mudah, lebih menyenangkan bagi  siswa, lebih memotivasi dan lebih menyenangkan. Pada tingkat sekolah, faktor-faktor seperti dukungan, pendanaan, pelatihan dan fasilitas mempengaruhi adopsi guru dan integrasi teknologi ke dalam kelas mereka. Pengembangan profesional guru merupakan faktor kunci untuk keberhasilan integrasi komputer ke dalam ruang kelas, jadi program pelatihan terkait TIK dapat mengembangkan kompetensi guru dalam menggunakan komputer.

  1. Jurnal Using Information and Communication Technology in Secondary Schools in Nigeria: Problems and Prospects

     Penelitian yang dilakukan oleh Samuel Ereyi Aduwa-Ogiegbaen and Ede Okhion Sunday Iyamu (2005) diketahui bahwa ada beberapa hambatan untuk keberhasilan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah menengah di Nigeria meliputi biaya, infrastruktur yang lemah, kurangnya keterampilan, kurangnya perangkat lunak yang relevan dan akses terbatas ke Internet.

    Ada banyak prospek untuk penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar di sekolah. Bidang utama berikut menunjukkan berbagai aplikasi komputer dapat melayani guru dan siswa di Nigeria. Pertama, komputer dapat meningkatkan efisiensi pendidikan. Artinya, efisiensi dalam mengajar berbagai mata pelajaran dapat ditingkatkan, misalnya dengan komputer dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik dengan fokus pada keterampilan berpikir terutama dalam subjek seperti matematika. Kedua, komputer dapat digunakan untuk pembelajaran individual. Karena kelas besar dan perbedaan dalam gaya belajar individu memungkinkan siswa untuk berbeda dalam menerima umpan balik. Ketiga, komputer dapat mengubah praktik pedagogis. Hal ini diterima secara universal bahwa komputer memungkinkan eksplorasi lebih mandiri, lebih banyak kegiatan pribadi disesuaikan, kerja sama tim lebih, dan lebih signifikan.

  1. Jurnal Pupil Perspectives on the Contribution of Information and Communication Technology to Teaching and Learning in the Secondary School

     Penelitian ini dilakukan oleh Rosemary Deaney, Kenneth Ruthven and Sara Hennessy (2013). Dari penelitian ini dapat disimpulkan perspektif siswa sangat cocok untuk pengembangan strategi berbasis sekolah. Tidak ada keraguan bahwa komputer dapat membantu proses pembelajaran dan memfasilitasi belajar siswa. TIK menawarkan berbagai keuntungan seperti kesempatan belajar yang lebih fleksibel tanpa terikat ruang dan waktu, mempermudah masyarakat mengakses pendidikan, memperkaya materi pembelajaran, menghidupkan proses pembelajaran, membuat proses pembelajaran lebih terbuka, meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mendukung siswa untuk belajar mandiri. Pemahanam peserta didik dari TIK berbeda tiap individu tergantung pada konteks penggunaannya, dari bagaimana mereka menggunakan teknologi dan isi dari apa yang mereka pelajari ketika dirumah. Namun ketika di sekolah, penekanan pada kegiatan belajar dikelola oleh guru dengan jadwal yang dirancang untuk memenuhi kriteria kurikulum dan target pencapaian dan menggabungkan penggunaan wajib TIK.

D. Kesimpulan

     Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk menyentuh dunia pendidikan. Karena itu, Guru sejatinya memberi contoh kepada siswa bahwa teknologi merupakan suatu keniscayaan yang sedang dihadapi, sehingga penguasaan teknologi adalah sesuatu yang harus direbut oleh siswa. Pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran perlu diusahakan oleh guru sesuai dengan kemampuan masing-masing sekolah dan guru bersangkutan.

     Bahwa terdapat tantangan-tantangan seperti keterbatasan anggaran untuk melengkapi infrastruktur yang mendukung pada penguasaan teknologi informasi dan komunikasi ini adalah fakta, namun satu hal yang perlu dilakukan adalah membuat satu langkah awal yang mengarah pada penguasaan teknologi baik oleh guru maupun oleh siswa. Satu langkah awal selalu diikuti oleh langkah berikutnya dan terkadang oleh suatu lompatan besar. Karena itu, sekolah dan guru harus memprioritaskan penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam program prioritas.

E. Daftar Pustaka

  1. Fu, Jo Shan. 2013. “ICT in Education: A critical Literatur Review and Its Implications”. Jurnal National Institute of Education, Singapore , Vol. 9, Issue 1, pp. 112-125.
  2. Sangrà, Albert & Mercedes González-Sanmamed. 2010.“The role of information and communication technologies in improving teaching and learning processes in primary and secondary schools”. Jurnal Universitat Oberta de Catalunya, 18, No. 3, November 2010, 207–220.
  3. Buabeng, Charles. 2012. “Factors influencing teachers’ adoption and integration of information and communication technology into teaching: A review of the literature”. Jurnal Pentecost University College, Ghana. 8, Issue 1, pp. 136-155.
  4. Ogiegbaen, S.E.A & Ede Okhion Sunday Iyamu. 2005. “Using Information and Communication Technology in Secondary Schools in Nigeria: Problems and Prospects”. Jurnal Faculty of Education, University of Benin, 8 (1), 104-112.
  5. Deaney Rosemary, Kenneth Ruthven & Sara Hennessy. 2003. “Pupil Perspectives on the Contribution of Information and Communication Technology to Teaching and Learning in the Secondary School”. Research Papers in Education, 2003, 18 (2), 141-165.

Video Pembelajaran RANGKA MANUSIA, FUNGSI, DAN PEMELIHARAANNYA

Video Pembelajaran RANGKA MANUSIA, FUNGSI, DAN PEMELIHARAANNYA
Kelas 4 Bab 1

MATERI RANGKA MANUSIA, FUNGSI, DAN PEMELIHARAANNYA

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : IV / 1

I. Standar Kompetensi (SK) :
1. Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsi nya, serta pemeliharaannya.
II. Kompetensi Dasar (KD) :
1.1 Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya
III. Rangkuman Materi :

A. Kerangka Tubuh Manusia dan Fungsinya

Tubuh manusia dapat berdiri tegak karena ada bagian tubuh yang menegakkannya. Bagian tubuh tersebut adalah tulang. Tulang merupakan bagian tubuh yang paling keras. Tulang terdiri dari sel-sel hidup, mineral, dan sejenis protein. Mineral penyusun tulang adalah kalsium dan fosfat. Kedua mineral ini menyebabkan tulang menjadi keras. Tulang mengandung sejenis protein yang disebut kolagen. Kolagen adalah zat yang menyebabkan tulang mempunyai sifat agak lentur. Tulang pada tubuh kita berjumlah 206 ruas tulang. Ratusan tulang yang saling berhubungan tersebut dinamakan rangka.
Rangka (skelet) merupakan rangkaian tulang yang mendukung dan melindungi organ tubuh yang lunak. Tulang satu dengan tulang yang lain dihubungkan oleh persendian (artikulasi). Sistem rangka yang terletak di dalam tubuh dan dilindungi oleh kulit dan otot disebut endoskeleton

1. Bagian-Bagian Rangka Manusia
Rangka yang menyusun tubuh kita dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu : 1. Rangka kepala (tengkorak), 2. Rangka badan, 3. Rangka anggota gerak.

a. Rangka Kepala (Tengkorak)
Tulang tengkorak memiliki dua bagian, yaitu tengkorak bagian pelindung otak dan tengkorak bagian muka. Tulang rangka kepala (tengkorak) berfungsi untuk melindungi organ penting yang ada di bagian kepala, antara lain otak.


Tengkorak bagian pelindung otak terdiri dari:
1) 1 tulang dahi,
2) 2 tulang ubun-ubun,
3) 1 tulang kepala belakang,
4) 2 tulang baji,
5) 2 tulang tapis,
6) 2 tulang pelipis.

Tengkorak bagian muka terdiri dari:
1) 2 tulang rahang atas,
2) 2 tulang rahang bawah,
3) 2 tulang pipi,
4) 2 tulang langit-langit,
5) 2 tulang air mata,
6) 2 tulang hidung.

Pada rangka kepala, hanya rahang bawah yang bisa digerakkan, sehingga kita dapat makan dan bicara.

b. Rangka Badan

Susunan tulang yang disebut dengan bagian rangka badan pada rangka manusia ialah mulai dari leher sampai dengan panggul. Tulang belakang berbentuk ruas yang meliputi ruas tulang leher, tulang punggung, tulang pinggang, tulang selangkang, dan tulang ekor. Jumlah ruas masing-masing tulang : 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang selangkang, 4 ruas tulang ekor.
1) Tulang dada
Tulang dada dan tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ yang ada di bagian dada, seperti jantung dan paru-paru. Tulang dada terdiri atas:
a) Tulang hulu, dilekati sepasang tulang selangka.
b) Tulang badan, dilekati 7 pasang tulang rusuk sejati.
c) Tulang taju pedang atau pedang-pedangan.

2) Tulang rusuk
Tulang rusuk berbentuk pipih, menghubungkan tulang dada dengan tulang belakang. Tulang rusuk ada 3 jenis, yaitu:
a) Tulang rusuk sejati, berjumlah 7 pasang.
b) Tulang rusuk palsu, berjumlah 3 pasang.
c) Tulang rusuk melayang, berjumlah 2 pasang.

3) Tulang gelang bahu
Tulang gelang bahu terletak di kiri-kanan dada bagian atas. Tulang gelang bahu menghubungkan tulang tangan dengan tulang dada.
Tulang gelang bahu meliputi:
a) tulang selangka, berjumlah 2 pasang.
b) tulang belikat, berjumlah 1 pasang.

4) Tulang gelang panggul
Tulang gelang panggul berbentuk pipih, terdiri atas:
a) 2 tulang usus,
b) 2 tulang duduk,
c) 2 tulang kemaluan.

c. Rangka Anggota Gerak

Rangka anggota gerak berbentuk pipa dan beruas-ruas.
Susunan tulang anggota gerak terdiri dari :
1) Tulang anggota gerak atas (tangan).
Kedua tangan kita tersusun dari:
a) tulang lengan atas,
b) tulang hasta,
c) tulang pengumpil,
d) tulang pergelangan tangan,
e) tulang telapak tangan,
f) tulang ruas-ruas jari tangan.


2) Tulang anggota gerak bawah (Kaki)
Kedua kaki kita tersusun dari:
a) tulang paha,
b) tulang tempurung lutut,
c) tulang betis,
d) tulang kering,
e) tulang pergelangan kaki,
f) tulang telapak tangan,
g) tulang ruas-ruas jari kaki.

2. Bentuk-bentuk Tulang Rangka Manusia
a. Tulang pipih
Karena bentuknya pipih atau gepeng maka disebut tulang pipih. tulang pipih berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel darah. Di dalam tulang pipih terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah. Contohnya tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk, tulang panggul, dan tulang-tulang tengkorak.
b. Tulang pendek
Tulang pendek bentuknya bulat pendek. Di dalamnya hanya terdapat rongga-rongga kecil berisi sumsum merah.Contohnya tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki, ruas-ruas tulang belakang, dan tulang tempurung lutut.
c. Tulang pipa
Disebut tulang pipa karena bentuknya seperti pipa, bulat panjang dan di bagian pusatnya terdapat rongga besar. Rongga pada tulang pipa berisi sumsum kuning. Sumsum kuning ini banyak mengandung lemak. Sumsum kuning dapat berfungsi sebagai cadangan makanan. Pada ujung-ujung tulang pipa yang mengembung, di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah. Sumsum merah ini berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah. Contoh: tulang lengan, tulang paha, tulang ruas jari, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil
d. Tulang tak beraturan
Disebut tulang tak beraturan karena tulang ini tidak memiliki bentuk tertentu, misalnya pada tulang wajah.

3. Jenis-jenis Tulang
Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya, tulang dibagi menjadi :
a. Tulang rawan
· disusun oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit)
· bersifat lentur
· dapat ditemukan pada hidung, daun telinga, persendian, ujung tulang rusuk, ujung tulang
dada, serta antar ruas tulang belakang.
b. Tulang sejati
1) disusun oleh sel-sel tulang dewasa (osteosit)
2) bersifat keras, berfungsi untuk menyusun sitem rangka.

4. Hubungan antar tulang (Persendian)
Persendian ialah tempat perhubungan antara tulang-tulang penyusun rangka tubuh. Tulang hanya dapat dibengkokkan atau diputar di daerah sendi saja karena tulang sendiri terlalu keras untuk dibengkokkan tanpa patah.
Tulang-tulang yang menyusun tubuh kita dihubungkan oleh sendi. Setiap sendi menghubungkan dua tulang. Sendi menyebabkan tulang dapat digerakkan. Dengan adanya sendi, tubuh kita mudah digerakkan, dibelokkan, dilipat, ditekuk, dan diputar.
Secara fungsional, sendi dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Sendi mati (sinartrosis), yaitu sendi yang tidak memungkinkan adanya gerak. Contohnya, sendi antar tulang penyusun tengkorak.
b. Sendi kaku (amphiartrosis), yaitu sendi yang pergerakannya sedikit. Contohnya, pada persendian tulang rusuk dan tulang dada.
c. Sendi gerak (diartrosis), yaitu sendi yang pergerakannya bebas. Sendi ini dibedakan menjadi empat macam yaitu: sendi peluru, pelana, engsel dan putar.
1) Sendi Engsel
Gerakan sendi engsel seperti engsel pintu. Sendi ini hanya dapat digerakkan ke satu arah. Contohnya lutut, siku, serta ruas jari tangan dan kaki.
2) Sendi Pelana
Sendi pelana dapat digerakkan ke kedua arah (ke samping dan ke depan). Contohnya tulang pangkal ibu jari tangan dan tulang pertama pergelangan tangan.
3) Sendi Peluru
Sendi peluru merupakan pertemuan antara ujung tulang berbentuk bola dan tulang berbentuk mangkuk. Sendi peluru memungkinkan gerakan ke semua arah. Contoh sendi peluru terdapat di antara tulang lengan atas dan gelang bahu.
4) Sendi Putar
Sendi putar memungkinkan tulang yang satu berputar mengelilingi tulang lain yang bertindak sebagai poros. Sendi putar terdapat pada pertemuan antara tulang leher pertama dan tulang leher kedua. Sendi putar mengakibatkan kepala dapat diputar

5. Fungsi rangka :
Rangka yang kita miliki berfungsi :
a. Memberi bentuk tubuh, menahan, dan menegakkan tubuh
b. Melindungi alat-alat tubuh yang vital
contoh :
– otak dilindungi oleh tengkorak
– paru-paru dan jantung dilindungi oleh tulang-tulang rusuk dan tulang dada
c. Tempat pembentukan sel-sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Hal ini terjadi pada tulang pipa, sebagai tempat pembentukan sumsum merah
d. Sebagai alat gerak pasif, karena tulang yang sebenarnya tidak bergerak, yang melakukan gerakan sebenarnya adalah otot yang melekat pada tulang
e. Tempat melekatnya otot (otot rangka)
f. Tempat penyimpanan mineral terutama fosfor dan kalsium.

Video Mengenal Pemerintahan Kabupaten, Kota, dan Provinsi

Video Pembelajaran PKN Kelas 4 SD Bab 2
Mengenal Pemerintahan Kabupaten, Kota,  dan Provinsi